Selasa, 06 Mei 2014
KONFIGURASI SAMBA DI LINUX UBUNTU
Samba adalah himpunan aplikasi yang bertujuan agar komputer
dengan sistem operasi Linux, BSD ( atau UNIX lainnya) dapat bertindak sebagai
file dan print server yang berbasis protokol SMB (session message block).
Jaringan yang semacam ini biasa dijumpai pada Windows workgroup atau Windows NT
Domain. Samba juga dilengkapi dengan beberapa program bantu sehingga sistem
operasi Linux (dan UNIX lainnya) bisa mengakses resources yang ada pada
jaringan Windows yang telah ada. Bisa dikatakan, Samba adalah jembatan penghubung
antara Windows dan UNIX.
Samba terdiri atas dua program yang berjalan di background:
SMBD dan NMBD. Secara singkat dapat disebutkan bahwa SMBD adalah file server
yang akan menghasilkan proses baru untuk setiap client yang aktif sementara
NMBD bertugas mengkonversi nama komputer (NetBIOS) menjadi alamat IP sekaligus
juga memantau share yang ada di jaringan. Kerja SMBD sendiri diatur melalui
file konfigurasi /etc/samba/smb.conf. Dengan membuat file konfigurasi yang
tepat, Samba dapat dijadikan file server, print server, domain controller, dan
banyak fungsi lainnya.



